WORDADS

Berapa Penghasilan Dari WORDADS?

Untuk para pengguna platform WordPress pastinya sudah tahu tentang Wordads. Ini tuh kayak Adsense-nya Google. Semacam platform juga dari WordPress sebagai media buat menampung iklan dan nebeng di postingan-postingan para pengguna WordPress. Intinya kayak simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Tapi apa benar-benar menguntungkan gitu?

Ini postingan saya based on pengalaman yah disekitar akhir tahun 2018. Saya memulai bikin website saya ini sekitar tahun 2016. Terus karena mikir buat ngembangin dan ngembangin. Berhubung bayar domainnya saya harus minjem kartu kredit orang dan ternyata bayar domain ke WordPress juga dengan harga sekitar $100 itu fasilitasnya masih terbatas gitu, ga puas intinya buat bikin tampilan website jadi kelihatan lebih profesional. Akhirnya searching-searching, baca sana sini dan nemu deh ternyata yang beginian bukan hanya masalah domain, tapi ada servernya juga. Yaudah meneliti dan meniliti akhirnya ketemu Niagahoster sebagai hostingernya. Yaudah memutuskan berubah ke wordpress.org jadinya byebye wordpress.com. FYI, setelah berubah hostinger ini traffic blog saya jeblok, dan dampaknya selain ke jualan saya, dampak juga ke psikis saya. Malas banget membangun lagi dari nol, karena pindah hostinger kek pindah rumah. Harus mindahin sekitar 300 artikel dan ini satu-satu detailing lagi macam-macam karena jadi berantakan semuanya.

Langsung aja..

Biar bisa menganalisa, saya kasih gambaran umum tentang traffic saya secara TAHUNAN.. Tersajikan dalam screenshot berikut..

Sebenarnya trafficnya lumayan signifikan dalam dua tahun terakhir. Jadi di tahun 2018 traffic meningkat skitar 100% itu kalo ga distop sampai tanggal 31 Desember 2018 mungkin bisa tembus 100K per tahun. Tapi karena takut domain nya dicolong orang lain, jadinya buru-buru pindah.

Selanjutnya..

Selanjutnya traffic bulanan.. Tersaji dalam screenshot berikut..

Naik turun sih tapi cenderung stabil di 7K-8K views per month.

Nah dari sini sudah bisa kelihatan berapa yang saya dapatkan dari Wordads di screenshot berikutnya yah..

Dulu sih belum bisa mikir ini kenapa, kok bisa income ga stabil gtu. Ada yang Ads Served nya rendah tapi bayarannya tinggi tapi ada juga yang Ads Served nya tinggi bayarannya rendah.

Nah menurut saya sih ini tergantung volume. Jadi volume orang yang beriklan menggunakan Wordads. Kalau yang beriklan di Wordads banyak yah tentu pembagiaannya akan jadi banyak juga. Dan berlaku sebaliknya. Itu kenapa Ads Served itu ga menjamin berapa yang kamu dapatkan dari WordAds.

Coba deh diperhatikan menjelang akhir tahun. Angkanya jadi membesar daripada awal tahun. Curiga fenomena Natalan di US. Melihat acuan WordAds ini konon katanya tidak melihat region, tapi melihat dari mana sumber impresi ads nya. Katanya kalau dari U.S. bayarannya lebih mahal daripada yang region Asia Pacifik.

Cuan apa ngga kalau pake WordAds? 

Tergantung.. Kalau saya sendiri berpikir sih cuan. Untunglah buat saya. Karena sumber saya dari jualan di website ini dengan cara blogging sudah melebih $100 (modal bikin website). Tahun 2018 bahkan omset saya bisa lebih dari 30an juta dalam setahun, sangat lumayan sih buat freelance yang baru mulai bisnis kecil-kecilan. Targetnya kedepan sih bisa passive income dari ngeblog. Dan semoga bisa tembus Google Adsense. Kapan? Kayaknya kalau traffic bulanan sudah mencapai puluhan ribu. Sekarang belum mau coba-coba monetize blog saya. Apalagi pakai WordAds yang berbayar. Mending kalau mau cuan atau paling ngga BEP dari WordAds yah trafficnya digedein dulu. Karena rata dulu sempat ngitung kalau traffic 9000 views per bulan itu dari WordAds bisa $3 per bulan. Mungkin bisa lebih kecil kalau sumber trafficnya dari Indonesia aja. jadi kudu nulis English juga.

Yaudah gitu dulu yah sharenya. Pengen bisa lebih produktif dan menghasilkan from home sih 2020 ini. Karena this is Corona Time haha..

Terima kasih yah sudah membaca.. Semoga membantu memberikan informasi buat para blogger Indonesia.