Search Engine Optimization_2

9 Cara Membangun Kebiasaan SEO Untuk Meningkatkan Traffic

Ada banyak faktor yang dapat menjadi dasar penilaian baiknya konten Anda. Salah satunya adalah traffic. Seberapa baik konten dapat terlihat dari jumlah traffic pengunjung pada konten Anda. Sehingga banyak sekali konten kreator yang tentunya berupaya bagaimana caranya agar bisa meningkatkan traffic.

Untuk Anda sebagai seorang pemula seringkali kesulitan dalam memahami ini. Anda bisa saja memaksa diri Anda untuk membuat konten sebanyak mungkin, namun konten yang banyak belum tentu juga dapat menghasilkan traffic yang banyak juga. Ini kenapa Anda harus paham tentang metode SEO atau Search Engine Optimization.

SEO adalah metode yang paling banyak menjadi topik bahasan jika berkaitan dengan internet marketing. Bagaimana tidak, jika Anda tidak dapat mengoptimalkan konten Anda pada mesin pencarian, maka sudah pasti Anda tidak akan mendapatkan traffic.

Sangat jelas yah hubungan konten, SEO dan traffic.

Saat Anda membaca artikel ini saya beranggapan bahwa Anda sudah tau bagaimana caranya membuat website. Tinggal bagaimana mendapatkan traffic dari konten Anda.

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat Anda lakukan jika Anda adalah seorang konten kreator pemula yang ingin mendapatkan traffic dari pengguna internet.

Saya mengfokuskan artikel ini bagi Anda penulis artikel atau blog. Walaupun sebenarnya metode ini juga bisa Anda terapkan pada konten-konten lainnya, seperti micro-blog atau video.

1. Judul Konten

Ada banyak tips dalam membuat judul konten. Tentunya judul konten harus memiliki kemampuan persuasif. Namun gunakanlah cara persuasif yang elegan agar konten Anda bisa menjadi konten yang evergreen, menarik sepanjang masa. Elegan dalam hal ini Anda tidak perlu menuliskan judul konten seperti “Ayo Ayo Baca Artikel Ini!”. Benar-benar metode hard-selling dalam memasarkan konten Anda.

Ada juga judul-judul yang tujuannya hanya untuk clickbait. Clickbait metodenya adalah dengan membuat kata-kata yang menarik atau lebih tepatnya merangsang seseorang untuk mengklik link yang Anda buat. Metode ini memang efektif tapi tidak efisien untuk mendapatkan traffic yang evergreen. Ketika ternyata isi dari konten yang Anda buat tidak memberikan informasi yang pengguna harapkan.

Berikut yang beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan ketika Anda membuat judul konten:

  • Pertama, “Research Keyword” bisa Anda lakukan dengan memilih topik yang ingin Anda bahas. Keyword bisa menjadi ide utama dalam mengembangkan isi konten Anda.
  • Keyword sebaiknya merupakan kata benda atau subjek yang ingin Anda bicarakan. Kenapa seperti itu?. Karena jika keyword merupakan kata benda atau subjek, Anda akan lebih mudah dalam mengembangkan isi konten Anda. Dan kebanyakan orang mencari keyword di search engine memang berupa kata benda atau subjek yang kemudian kata sifat atau kata kerja akan mengikutinya. Misalnya ‘Obat kolesterol’, terdiri dari dua kosakata yang keduanya adalah kata benda.
  • Setelah Anda menemukan keyword yang ingin Anda bahas, selanjutnya tambahkan kata kerja atau kata sifat yang bisa menjadikan judul konten Anda sebagai kalimat aktif dan menarik.

2. Gunakan Sub Judul Untuk Memisahkan Gagasan

Selain judul, Anda juga sebaiknya memesah gagasan dari keyword yang Anda pilih menggunakan Subjudul. Jika Anda menuliskan artikel yang menggunakan 1000 kata, paling tidak Anda harus memiliki 3 subjudul. Jika Anda menuliskan artikel dalam 3000 kata, paling tidak Anda harus memiliki 11 Subjudul. Sebaiknya Anda tidak menuliskan bahasan lebih dari 300 kata tanpa Subjudul.

Kenapa seperti itu? Karena pengguna internet biasanya hanya tertarik akan poin-poin tertentu dari seluruh bahasan yang Anda bahas dalam suatu artikel. Sehingga analisis keterbacaan atau kemudahan membaca artikel Anda menjadi baik di mesin pencarian.

3. Keyword Pada Awal Paragraph

Jika Anda seorang konten kreator blog atau penulis artikel, kalimat pertama atau paragraf pertama akan menjadi penentu bagaimana isi konten Anda. Bagus atau tidaknya tergantung bagaimana Anda menuliskannya atau menyampaikannya.

Untuk memastikan bahwa konten Anda mudah teroptimatisasi pada serach engine, Anda harus memastikan keyword yang Anda pilih tercantum pada paragraf pertama atau paragraf pembuka.

Mengapa seperti itu?. Karena search engine biasanya akan mendeteksi kurang lebih 300 kata pertama dari artikel yang Anda tulis. Jadi jangan terlalu bertele-tele di awal paragraph sementara Anda tidak menuliskan keyword yang ingin Anda angkat di dalamnya.

4. Hindari Menulis Kalimat Yang Terlalu Panjang

Anda harus belajar membedakan antara ketika Anda berbicara dan menulis. Bahkan telinga pendengar ketika Anda berbicara akan kesulitan mencerna ide atau gagasan yang ingin Anda sampaikan. Jika Anda berbicara lebih dari dua puluh kata tanpa ada intonasi. Begitu juga dengan pembaca yang membaca tanpa tanda baca.

Biasakan menulis kalimat tidak lebih dari 20 kata dan jangan lupa untuk menggunakan tanda baca. Ini sangat penting, karena jika tulisan Anda tidak mampu memberikan gagasan kepada pembaca. Pembaca yang sudah membuka artikel Anda, akan segera meninggalkan halaman Anda.

Ini akan membuat analisa SEO pada halaman Anda buruk. Sehingga pada pada sesi berikutnya bisa-bisa artikel Anda tidak akan muncul lagi pada mesin pencarian. Hal ini tentu tidak akan mendatangkan traffic ke halaman Anda.

5. Gunakan Kalimat Aktif

Orang Indonesia seringkali tidak menyadari kalau mereka suka sekali menggunakan kalimat pasif. Anda harus memperthatikan ini jika setelah rentang waktu tertentu ternyata konten Anda tidak mendapatkan traffic. Bisa jadi ini karena Anda terlalu banyak menggunakan kalimat pasif di dalam konten Anda.

Dalam artikel berbahasa Indonesia, kalimat pasif seringkali terindikasikan dengan kata kerja yang berimbuhan ‘di’. Jika Anda menemukan hal ini di dalam konten Anda, ada baiknya untuk mengganti dengan kalimat aktif. Dan kalau memang terpaksa, Anda bisa mengubah cara penulisan kata misalnya dengan memisah kata ‘di’ dari kata kerja agar tidak menjadi kalimat pasif. Ini memang tidak sesuai dengan Ejaan Yang Di sempurnakan. Tapi ini lebih baik daripada konten Anda tidak teroptimatisasi oleh mesin pencarian.

*saya meng-Italic-kan kata yang berpotensi menjadikan kalimat saya menjadi kalimat pasif.

6. Biasakan Menggunakan Kata Transisi

Selain sering mengabaikan tentang kalimat pasif. Saya juga termasuk yang sering melupakan tentang kata transisi. Kata transisi adalah kata yang bisa menjadi kata dalam peralihan kalimat. Biasanya kata transisi beradap pada kalimat peralihan tempat, waktu, kejadian dan penegasan tentang suatu hal. Misalnya:

  • Pertama, Kedua, Ketiga, dst..
  • Juga
  • Apalagi
  • Lebih lanjut
  • Tidak seperti
  • dll silahkan google sendiri

7. Inbound dan Outbound Link

Inbound dan outbond link, saya menganalogikan lebih seperti konten Anda menjadi seorang yang ekstrovert. Anda harus membangun link “dari” dan “ke” konten Anda. Sehingga konten Anda terkoneksi “dari” atau “ke” konten Anda. Baik itu dari dalam website Anda sendiri atau dari luar website Anda.

Jika Anda memilih untuk tidak mencantumkan link dalam konten Anda. Analoginya SEO akan melihat bahwa konten Anda cukup introvert sehingga tidak ingin terkenal atau di kenal. Sehingga yah tentunya tidak akan mendatangkan traffic ke konten Anda.

8. Gunakan Gambar

Jika konten Anda berupa tulisan, sebaiknya Anda menggunakan beberapa gambar yang relevan dengan konten Anda. Search Engine Optimization entah mengapa juga sangat mementingkan pengalaman pengguna dalam menikmati konten Anda. Itu mengapa sebaiknya Anda menggunakan gambar agar tidak terkesan konten Anda plain saja, tidak menarik. Walau bahkan ternyata ide Anda di dalam konten Anda sangat memiliki gagasan tentang suatu hal yang Anda bahas.

9. Perbanyak Konten Dengan Reverse Content

Jika Anda sudah terbiasa dengan 8 kebiasaan di atas. Anda bisa berfokus untuk meningkatkan jumlah konten dengan memperhatikan niche yang Anda pilih. Niche yang Anda pilih dan juga mungkin yang sudah Anda buat tentunya akan berputar tentang hal itu saja.

Cara mengakalinya adalah dengan reverse content. Membuat artikel baru dengan keyword yang sama tapi dengan fokus yang berbeda. Misalnya dalam artikel pertama Anda berupaya menghubungkan keyword A dengan keyword B. Pada artikel berikutnya Anda bisa membuat keyword B hubungannya dengan keyword A.

Ini yang saya katakan sebagai reverse content.

Selamat Mencoba!! (Azwar Anas)

Hits: 0

Leave a Reply